Kedatangan,
Dia adalah seorang lelaki yang datang secara tak sengaja.
Yang berawal dari sesama orang asing, tak sengaja bertemu lalu saling mengenal. Aku yang saat pertama kali melihatmu, tidak pernah terlintas dalam pikirku untuk rasa ingin memiliki. Dalam pikiran ini hanya sekedar berteman dan hanya saling sapa.
Hingga akhirnya, kau mulai berani untuk berjalan menyusuriku. Mungkin baru sekedar saling mengikuti di sosial media Instagram. Hingga akhirnya kau berani membuka kolom Direct Message Instagram dan mulai berani saling bertukar nomor WhatsApp.
Aku kira, kau hanya sekedar ingin menambah teman untuk bermain atau sekedar nongkrong, seperti layaknya berteman semestinya. Waktu demi waktu ternyata kau berani mengungkapkan isi hati mu, oh tidak! Kau telah memiliki hati untukku.
Lalu aku harus bagaimana?
Apakah aku harus membiarkanmu mencintaiku sendirian atau aku harus membalas cintamu?
Pilihan yang menurutku sulit pada saat itu, apalagi ada luka yang masih belum bisa aku sembuhkan. Aku yang merasa bingung akan hal ini, padahal ini hanyalah masalah sepele dan tak harus di bingungkan bukan?
Komentar
Posting Komentar